Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Dinas Kelautan dan Perikanan Tingkat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta dilaksnakan di Sekretariat Pokdakan Mina Lembah Desa Padukuhan Temu, Kalurahan Pulutan, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul pada tanggal 6 Oktober 2022, Hari Kamis jam 10.00- selesai. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Ir. Bayu Mukti Sasongka M.Si, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, Drh. Krisna Berlian, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Bapak Kristanto (Kabid Tangkap), Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Bapak Wahid, S.Pi (Kabid Kenelayanan), Perwakilan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ibu Sri Purwati (Kabid Perikanan) dan Perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Drh. Sri Panggarti (Kabid Pertanian) serta perwaklian bidang dan seksi yang membidangi Kelautan dan Perikanan.

Tujuan dilaksanakan kegiatan Forkompimda ini adalah menjalin tali silaturahmi diantara pejabat dan staf yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga bisa menjalankan kerjasama dan kolaborasi dalam menjalankan ketugasan sehari-hari. Selain itu dengan adanya Forkompimda ini diharapkan dapat mengkoordinasikan,  mengintegrasikan dan mengsingkronisasikan Program dan Kegiatan baik tingkat Provinsi maupun tingkat Kabupaten. Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul sebagai tuan rumah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di Pokdakan Mina Lembah Desa untuk lebih mengenalkan mina padi dan konsep pengembangan Desa Wisata. sistem Mina Padi merupakan upaya untuk mengoptimalkan hasil panen padi, selain itu juga meraup untung dari hasil budidaya ikan di lokasi yang sama. Ada 47 hektare lahan pertanian milik warga, saat menggunakan sistem pertanian biasa hasil panennya sekitar 8 ton gabah per hektar. Akan tetapi saat diterapkan ujicoba mina padi pada lahan 2,5 hektare hasilnya meningkat. Yaitu menjadi 11 ton perhektar, ini menjadi sebuah peluang tersendiri yang ditangkap dan akan terus dikembangkan. Sebab petani mendapatkan untung berlipat dimana hasil padi melimpah dan masih ada panen ikan. Sawah yang digarap oleh oleh para petani ini, setiap lahan seluas 400 meter persegi diisi 500 bibit ikan Nila yang Saat ikan dipanen peruntukannya pun beragam, ada yang dikonsumsi dan kedepan direncanakan sebagai penyedia bibit. Sawah di Pulutan dalan satu tahun bisa 3 kali panen karena sumber air yang melimpah, air dari sumur bor kemudian dialirkan ke lahan pertanian dan dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si menyampaikan arahannya tentang kebijakan program kegiatan prioritas di DKP DIY antara lain Pembangunan PPI Gesing yang merupakan gerbang samudra ketiga untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap DIY sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapannya masyarakat pesisir DIY bersiap untuk bisa meramaikan PPI Gesing sehingga yang memanfaatkan pembangunan yang berasal dari Dana Keistimewaan ini adalah nelayan Yogyakarta. Kabid Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Bapak Krisna menanggapai bahwa, Tahun 2023 Kabupaten Bantul juga mendapatkan DAK Tahun 2023 yang akan digunakan untuk nelayan (sarana alat tangkap, mesin dan kapal) yang akan mendukung produksi perikanan tangkap. Bantul juga konsern untuk perikanan budidaya utamanya kolam bulat dan kolam air tenang.

Kabid Kenelayanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Bapak Wahid mengungkapkan bahwa Kabupaten Kulonprogo mempunyai program Gerbang Segoro (Gerakan Membangun dengan Semangat Gotong-royong) untuk menyelaraskan dengan perubahan orientasi pembangunan di DIY dari Among Tani menjadi Dagang Layar dimana wilayah selatan atau wilayah pesisir menjadi prime mover pembangunan. Konsepnya pembangunan daratan beralih ke lautan, menjadikan pantai selatan sebagai halaman depan, dan mengenalkan kepada masyarakat akan budaya perikanan. Artinya kelautan dan perikanan ini nantinya akan menjadi penguat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo. Kabid Perikanan Sleman, Ibu Sri Purwati, mengungkapkan bahwa Tahun 2023 juga mendapatkan DAK sebesar 4,2 Milyar yang digunakan untuk rehap UPI, Hibah Sarpras budidaya dan Rehab Balai Benih Ikan milik Sleman. Sleman merupakan pengahsil ikan budidaya terbesar di DIY, sehingga memang focusnya di budidaya nila kincir, mina padi dan lele kolam bulat.