Sesuai mengimplementasikan tahun terakhir dari Visi dan Misi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam sidang paripurna DPRD DIY pada tanggal 2 Agustus 2017 pada masa bakti 2017-2022 yaitu Menyongsong Abad Samodra Hindia Untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja”. Sedangkan visi dan misi Gubernur DIY tahun 2012-2017 yaitu Putar Kemudi dari Among Tani ke Dagang Layar, laut selatan sebagai halaman depan Dengan mengacu pada visi dan misi tersebut maka peran Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta sangat penting keberadaannya dalam rangka mensukseskan program gubernur tersebut. Salah satu upaya dalam rangka memanfaatkan potensi alam laut yang sangat melimpah dan miliki ekonomi tinggi berupa ikan dan kekayaan alam didalamnya. Pelaku usaha penangkapan ikan atau disebut nelayan punya andil besar untuk memanfaatkan potensi sumber daya  alam tersebut.

Perlu untuk diketahui bahwa Pembangunan pintu gerbang menuju samudera Hindia di sektor Perikanan tangkap di DIY pada tahun 2022 ini sedang dibangun Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing, yang direncanakan akan beroperasi di tahun 2021. Keterkaitan dengan hal tersebut maka persiapan SDM nelayan dan peningkatan SDM Nelayan dengan alih teknologi penangkapan ikan dari kapal PMT menjadi nelayan dengan kapal motor 10-20 GT diperlukan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Nelayan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam memanfaatkan potensi laut selatan DIY, tersebut dibutuhkan nelayan yang memiliki kemampuan dan SDM yang tangguh, hal ini karena kondisi perairan laut selatan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki karakteristik alamnya yang sangat ekstrim antara lain gelombang tinggi, arus laut kuat, angin  kencang, tingkat kedalaman perairan dan perubahan cuaca yang sangat cepat. Sehingga tidak semua masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kemampuan memadai untuk  mengarungi laut selatan DIY. Hal ini dibuktikan dengan adanya nelayan di wilayah DIY baru terjadi semenjak tahun 1982 dengan adanya kegiatan pelatihan/magang dari nelayan andon dari luar wilayah DIY (Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur).

Upaya Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam menumbuhkan regenerasi nelayan telah ditempuh dengan berbagai cara antara lain dengan kegiatan sistem magang. Karena dengan sistem magang ini diyakini mampu menumbuhkan nelayan baru dan dapat meningkatkan kapasitas SDM Nelayan yang ada untuk bisa beralih teknologi dari nelayan Perahu Motor tempel ke Nelayan dengan kapal Motor 10-20 GT, serta mempersiapkan nelayan dalam rangka operasional PPP Gesing di tahun 2023 nanti.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan magang kapal nelayan    

  1. Membuka peluang usaha warga masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang sebelumnya sebagai nelayan PMT (Perahu Motor Tempel) atau bekerja diluar nelayan untuk mampu menjadi nelayan di kapal sekoci (Kapal Motor) yang baru.
  2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat setelah menjadi nelayan.
  3. Menyiapkan nelayan sekoci yang baru sehingga mampu mengelola kapal sekoci dalam rangka menyiapkan regenerasi nelayan di  kawasan sentra nelayan.

Pelaksanaan kegiatan magang nelayan ini dilaksanakan di PPP Sadeng, Girisubo Kabupaten Gunungkidul yang merupakan salah satu pelabuhan yang terdapat kapal-kapal 10-30 GT yang sudah beroperasi aktif di DIY.

Kegiatan Magang nelayan diikuti oleh 15 orang nelayan. Sebelum dilaksanakan kegiatan praktek magang dilaut dengan menggunakan kapal Sekoci, para peserta magang mendapatkan pemaparan materi dari narasumber dengan tema:

  1. Kebijakan pengembangan Perikanan Tangkap Daerah Istimewa Yogyakarta
  2. Program Pengembangan SDM Nelayan Sekoci
  3. Proyeksi Pengembangan PPP Gesing
  4. Ketugasan ABK (Anak Buah Kapal) di atas kapal
  5. Pengenalan alat penangkap ikan di kapal Motor 10-20 GT
  6. Pengenalan Alat bantu penangkapan ikan
  7. Pengenalan mesin kapal dan persiapannya
  8. Penanganan ikan hasil tangkapan ikan di atas kapal
  9. Perlengkapan keselamatan di Kapal Motor 10-20 GT

Setelah peserta mengikuti pemaparan materi dari narasumber, selanjutnya para peserta mengikuti kegiatan praktek magang nelayan dengan kapal sekoci. Pada pelaksanaannya seluruh peserta akan dibagi dalam 3 kelompok, dengan masing-masing kelompok berada dalam kapal sekoci yang sama. Harapannya masing-masing peserta bisa memahami peran dan fungsi ABK dalam operasi penangkapan ikan dengan menggunakan kapal sekoci tersebut.

Pada praktek magang, para peserta akan didampingi oleh 3 instruktur diantaranya Nahkoda, Instruktur permesinan kapal motor, dan Instruktur Penangkapan ikan yang semua instruktur merupakan nahkoda, ahli mesin dan ahli penangkapan dalam kapal sekoci tersebut.

Materi yang didapatkan para peserta dalam praktek melaut di laut antara lain:

  1. Mengemudikan kapal menuju  fishing ground, melakukan olah gerak kapal.
  2. Melakukan olah gerak kapal dalam rangka penangkapan ikan dan mengemudikan kapal menuju  Pelabuhan
  3. Mempersiapkan alat penangkapan ikan sebelum digunakan untuk melaut
  4. Mengoperasionalkan alat tangkap (setting dan haoling).
  5. Penanganan ikan diatas kapal sampai di TPI
  6. Mengoperasionalkan mesin kapal menuju fishing ground.
  7. Mengoperasionalkan mesin kapal untuk olah gerak kapal
  8. Perbaikan/servis mesin kapal

Setelah tahapan kegiatan dari persiapan dan  pelaksanaan dan  Sekoci (KM 10-20 GT) dilaksanakan dengan lancar. Evaluasi yang didapatkan dari pelaksanaan magang nelayan ini antara lain:

  1. Peserta magang yang telah mengikuti semua tahapan kegiatan magang baik pertemuan secara klasikal, persiapan melaut, magang di laut dan kegiatan di darat lainnya, maka peserta magang yang telah mampu menguasai pengetahuan dan ketrampilan terkait aktifitas nahkoda, mesin dan aktifitas penangkapan ikan melaut selama 3 trip. Berdasarkan penilaian para nahkoda, juru mesin dan juru dek kegiatan magang berlangsung sehingga mampu ikut menjadi ABK dan memiliki kemampuan melaut tinggi dan sanggup untuk dilatih menjadi nahkoda
  2. Peserta magang yang telah mampu menguasai pengetahuan dan ketrampilan terkait aktifitas nahkoda, mesin dan aktifitas penangkapan ikan akan diberikan kesempatan oleh pemilik kapal untuk mengikuti kegiatan melaut dan para peserta tersebut sudah dianggap sebagai ABK dari kapal karena memiliki kecakapan yang dianggap mampu oleh nahkoda kapal sekoci.

Harapannya setelah kegiatan magang nelayan tersebut, ilmu yang didapatkan dapat diterapkan dalam rangka pengoperasionalan PPP. Gesing di tahun 2023, sehingga ketika PPP. Gesing Jadi, para peserta yang sudah magang nelayan bisa terjun langsung melaut dalam rangka operasi penangkapan ikan dan tidak memerlukan lagi latihan ataupun belajar dari orang lain.