Monev BKK Desa Maritim: Pengawalan Arah Pembangunan DIY untuk Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Masyarakat Jogja, DislautkanDIY - Visi Pembangunan DIY 2017-2022 yakni menyongsong abad Samudera Hindia untuk kemuliaan masyarakat Jogja menitikberatan kepada sektor Kelautan dan Perikanan untuk berbenah untuk mewujudkan visi pembangunan DIY. Salah satu upaya untuk mewujudkan Visi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X yakni dengan penyaluran BKK Desa Maritim. BKK Desa Maritim merupakan komitmen Pemda DIY untuk merubah wajah DIY kearah selatan.

Pada BKK Desa Maritim tahun 2022 terdapat 7 Kalurahan yang mendapatkan saluran BKK yakni Kalurahan Tirtohargo, Kalurahan Gadingsari, Kalurahan Srigading, Kalurahan Tileng, Kalurahan Girikarto, Kalurahan Kemadang, dan Kalurahan Ngestirejo. Ketujuh Kalurahan tersebut berkomitmen untuk mendukung pembangunan DIY untuk menyongsong abad samudera Hindia mulai dari Kalurahan untuk Yogyakarta.

Monitoring dan Evaluasi kegiatan BKK Desa Maritim dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan BKK Desa Maritim serta untuk mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di Kalurahan. Secara umum, teknis Monev BKK Desa Maritim terbagi menjadi 3 sesi dimana untuk sesi pertama berlangsung pada Selasa, 19 Juli 2022 di Kalurahan Tirtohargo, Kabupaten Bantul. Kemudian untuk sesi kedua diselenggarakan pada 20 Juli 2022 di Kalurahan Ngestirejo, dan yang ketiga dilaksanakan di Kalurahan Tileng pada 21 Juli 2022.

Sesi pertama, Monev BKK Desa Maritim di Kalurahan Tirtohargo berlangsung di Balai Desa Tirtohargo. Acara dihadiri oleh Lurah Tirtohargo, Lurah Srigading, Lurah Gadingsari, Paniradya Kaistimewan, BKSDA (Balai Konservasi Sumberdaya Alam), dan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Kalurahan Tirtohargo memiliki 4 kegiatan yakni Fasilitasi Edukasi Maritim, Budidaya Kepiting Bakau,  Pelatihan Olahan Kepiting dan Hasil Laut, dan Kios Maritim. Pagu Anggaran BKK Desa Maritim Kalurahan Tirtohargo yakni sebesar Rp. 750.000.000,00 dan untuk tahap pertama sudah salur Rp. 288.525.000,00.

Sesi kedua Monev BKK Desa Maritim berlangsung di Kalurahan Ngestirejo, Kabupaten Gunungkidul. Acara dihadiri oleh Lurah Ngestirejo, Carik Kemadang, Paniradya Kaistimewan, Biro Administasi Perekonomian dan SDA, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BTTG Disperindag DIY, dan pengelola kegiatan di dua kalurahan. Selain itu pada FGD Monev BKK Desa Maritim juga mengundang akademisi dari UGM yakni Dr. Suadi. Dalam paparanya, Dr. Suadi mengungkapkan bahwa garam dan rumput laut memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat. Potensi garam sangat tinggi karena banyak sekali industri yang membutuhkan garam.  Apabila DIY dapat memproduksi garamnya sendiri maka dapat dipastikan ekonomi di kawasan pesisir akan meningkat dan berimplikasi kepada peningkatan perekonomian masyarakat sehingga dapat mengentaskan kemiskinan yang merupakan masalah bersama di DIY.

Sesi ketiga dari Monev BKK Desa Maritim dilaksanakan di Kantor Desa Kalurahan Tileng, Kabupaten Gunungkidul. FGD Monev BKK Desa Maritim berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00. Peserta dari FGD Monev BKK Desa Maritim berasal dari berbagai instansi seperti Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas PUPESDM, Paniradya Kaistimewan, Kalurahan Tileng, Kalurahan Girikarto, Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan.

Acara dibuka oleh paparan umum dari Sekertaris Dinas Kelautan dan Perikanan DIY yang dalam hal ini mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Selanjutnya laporan dari Kalurahan Tileng dan Kalurahan Girikarto selaku pelaksana BKK Desa Maritim. Kemudian laporan hasil dari kalurahan di reviuw oleh berbagai panelis seperti Paniradya Kaistimewan, Dinas PUPESDM, dan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Pada kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Narasumber dari Akademisi Universitas Gajah Mada yakni Dr. Amir Husni. Dalam paparanya, Dr.Amir Husni melakukan review terkait dengan UPI yang berada di Kalurahan Tileng serta produk dari masyarakat pengolahan ikan.

Setelah sesi FGD Monev BKK Desa Maritim di Balai Desa Kalurahan Tileng maka dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi pekerjaan seperti ke sekolah alam, Unit Pengolahan Ikan, pelebaran jalan ke sekolah alam, serta MCK dan Gudang Sekolah Alam.