Kegiatan Bimtek Pembenihan Ikan Lele dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 Juli 2022 di UK BAT Wonocatur. Kegiatan ini di hadiri oleh Kwarda DIY sebanyak 3 orang, Pimpinan Saka Bahari, Kwarcab Kota Yogyakarta, dan pramuka Penegak dari Mabigus SMK TanjungsarI, SMK cangkringan, SMK Sanden dan SMK Temon. Tujuan dari Kegaitan Bimtek ini adalah menambah hard skill dan kreativitas generasi muda di bidang perikanan yang di harapkan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Bimtek Pembenihan Lele ini di mulai dengan melakukan kegaitan Apel pagi yang di pimpin oleh Pimpinan Saka Bahari DIY yakni, R Hery Sulistio Hermawan, S.PI, MT di hadiri oleh perwakilan dari KWARDA DIY, peserta bimtek Pembenihan Lele dan panitia. Kegaiatn di lanjutkan dengan luring di Aula Balai PTPB dengan Narasumber kak Agung Udayana dari Kwarda DIY. Beliau mengisi topik materi terkait dengan Materi Mengenai TKK (Tanda Kecakapan Khusus) dan TKU (Tanda Kecakapan Umum). Setelah kegiatan luring di kelas, dilanjutkan dengan ice breaking dengan tujuan menumbuhkan semangat para peserta mengikuti kegiatan bimtek Pembenihan Lele.

Kegiatan dilanjutkan dengan Materi pembenihan Lele yang di sampaikan Oleh Dadan Hidayat, S.St. Pi mengenai Teknik Budidaya Lele dengan tujuan peserta akan memiliki gambaran umum bagaimana budidaya ikan lele dengan baik dan benar, dilanjutkan materi Manajemen Kesehatan Ikan oleh Astuti, S.P beliau adalah Koordinator Lab HPI Balai PTPB yang sudah Ahli di Bidang Penyakit Ikan sehingga peserta dapat menambah informasi bagaimana menjaga kualitas Air Budidaya Ikan, Penanganan penyakit ikan  agara budidaya Ikan Lele dapat optimal. Kemudian di lanjutkan dengan Materi Manajemen Usaha Budidaya Ikan Lele yang disampaikan oleh Yahya Hamistina, S.Pi sehingga diharapkan peserta dapat memiliki wawasan untuk melakukan analisis usaha di budidaya ikan lele khususnya pada fase pembenihan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Praktek Pembenihan Lele secara Buatan dengan tambahan hormon Ovaprim sehingga dapat meningkatkan nilai FR dan HR pada pembenihan ikan lele.

  • Unit Kerja : Bimtek Pembenihan Ikan Lele di selenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY
  • Bidang/UPT :  Bimtek Pembenihan Ikan Lele berlokasi di Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB)
  • Pejabat yang Hadir : Bimtek Pembenihan Ikan Lele dihadiri oleh oleh Kwarda DIY sebanyak 3 orang, Pimpinan Saka Bahari, Kwarcab Kota Yogyakarta.
  • Unit Kerja/OPD /Stakeholder Lain yang Terlibat :  Bimtek Pembenihan Ikan Lele bekerjasama dengan Mabigus SMK TanjungsarI, SMK cangkringan, SMK Sanden dan SMK Temon
  • Latar Belakang Kegiatan : Ikan lele merupakan salah satu komoditas ikan air tawar dengan harga yang ekonomis dan terjangkau di masyarakat, rasa dagingnya yang lezat sehingga dapat dijadikan sebagai olahan dalam masakan maupun olahan hasil perikanan. Ikan lele termasuk salah satu dari keenam komoditas lainnya yaitu, rumput laut, patin, bandeng, nila, dan kerapu yang akan dipacu pengembangan budidayanya  dengan tujuan meningkatkan produksi budidaya pada beberapa tahun kedepan (Riyanto, dkk., 2010).  Hal  tersebut  akan  disertai  dengan meningkatnya produksi setiap siklus budidaya ikan lele sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan lele di masyarakat.

Proses produksi ikan lele terdiri dari fase pembenihan dan fase pembesaran yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Produksi lele dapat meningkatkan apabila kegiatan pembesaran berhasil dengan baik. Kegiatan pembesaran berhasil baik apabila didukung dengan system pemeliharaan, pakan dan benih yang baik. System pemeliharaan berhubungan dengan skill atau kemampuan pembudidaya dalam mengelola usaha baik teknis maupun manajemen, pakan ikan merupakan factor penting yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan, secara umum pakan komersial buatan pabrik masih menjadi tumpuan bagi pembudidaya. Sedangkan benih unggul juga merupakan factor penentu keberhasilan budidaya.

Dalam kegiatan Bimtek ini peserta akan diajarkan bagaimana teknis pembenihan budiaya ikan lele menggunakan sistem buatan. Sistem pembenihan secara buatan ini efektif untuk meningkatkan nilai FR (Fertile Rate)  dan HR ( Hatcing Rate) pada ikan lele. Kegiatan yang dilakukan peserta dimulai dengan melakukan seksi induk dan Manajemen induk, Teknik pemijahan dan Pemeliharaan larva. Pada tahap seleksi induk peserta dapat melakukan seleksi induk.