Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) pada Selasa, 24 Mei 2022 bertempat di lokasi wisata Puncak Saka, Dusun Klajuran, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini diselenggarakan sejalan dengan amanat Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Forum ini terselenggara guna menunjang kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan bidang kelautan dan perikanan di wilayah Yogyakarta. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga di selenggarakan sebagai ajang untuk promosi wisata di masing-masing Kabupaten Kota di DIY. Perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan seluruh kabupaten/ kota di DIY beserta jajarannya turut hadir pada pertemuan kali ini.

Trenggono selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo selaku tuan rumah memberi sambutan dan menyampaikan Program GErakan memBANGun dengan SEmangat GOtong ROyong (GERBANG SEGORO). Program ini merupakan tindak lanjut dari perubahan orientasi pembangunan DIY yang semula among tani ke dagang layar yang artinya pembangunan yang semula berorientasi ke daratan, kini mulai dialihkan ke lautan. “GERBANG SEGORO diikuti oleh 434 podakan, 31 KUB Nelayan, 24 Pokmaswas, 60 Poklahsar di masing-masing wilayah dengan aksi nyata diantaranya pembuatan kolam, penebaran benih ikan, pengolahan ikan, kumpul makan ikan bersama yang terlaksana secara gotong royong dan swadaya” ujar Trenggono. Program GERBANG SEGORO juga didukung oleh Paniradya Pati DIY melalui Dana Keistimewaan (DANAIS) DIY yang dialokasikan untuk POKDAKAN dan POKLAHSAR wanita pada tahun 2022. Tahun depan rencana alokasi DANAIS DIY akan berfokus pada pengembangan perikanan tangkap, upgrading nelayan, dan pengembangan kapasitas melalui pelatihan pranata mangsa.  

Bayu Mukti Sasongko, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi memaparkan terkait indikator tolak ukur kegiatan masing-masing kabupaten kota yang perlu di perhatikan. Banyaknya kegiatan yang dilaksanakan oleh OPD pengampu perikanan harus diupayakan secara maksimal untuk peningkatan produksi, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Selain itu Bayu juga menyoroti terkait gencarnya kegiatan Gemar Makan Ikan (GEMARIKAN) yang diselenggarakan di seluruh DIY demi peningkatan angka konsumsi ikan (AKI) dimasyarakat. “Peningkatan AKI harus selaras dengan peningkatan produksi perikanan agar produk ikan kita secara otomatis dapat terserap oleh pasar. Kolaborasi antar OPD khususnya pengampu bidang kelautan dan perikanan sangat diperlukan untuk mencapai target-target yang telah direncanakan,” ujar Bayu.

Dalam kesempatan ini Bayu juga memaparkan terkait pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Gesing. Pembangunan PPI Gesing dilakukan secara bertahap dan direncakanan pada pertengahan bulan Desember tahun 2022 kapal sudah bisa mendarat di kolam pelabuhan yang memiliki luas 1,36 Hektar. PPI Gesing diproyeksikan dapat menampung 40 kapal ukuran 10-30 GT dan 50 unit PMT dengan estimasi produksi sebesar 5.920 ton. Nelayan diluar Kabupaten Gunungkidul terutama dari Kabupaten Bantul diharapkan ikut berpartisipasi dengan mendaratkan ikannya di PPI Gesing. 

Istriyani, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul memaparkan upaya memulihkan perekonomian pembudidaya ikan dan nelayan di Kabupaten Bantul. Pada awal januari 2022 telah diterbitkan Intruksi Bupati Bantul melalui Surat Edaran Nomor: 523/05106/ADPEREKO tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang mewajibkan untuk menghidangkan menu ikan dan olahannya pada rapat atau kegiatan setiap hari senin. Kebijakan ini diberlakukan tidak hanya untuk birokrasi, namun juga perusahaan, hotel, catering, dan seluruh masyarakat Bantul pada umumnya.

Terkait program dan kegiatan perikanan yang dilaksanakan DKP Bantul kini berfokus pada budidaya ikan lele dan ikan hias. Hal ini diperkuat dengan adanya kerjasama Balai Benih Ikan (BBI) Pundong dengan omah lele Sanden untuk produksi lele 2 ton per hari. Usaha ini dilakukan di lahan kosong milik BBI sehingga tidak mengganggu fungsi BBI sebagai penghasil benih ikan. Terkait kegiatan perikanan tangkap saat ini sedang diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pemanfaatan PPI Gesing.