Pembangunan PPI Gesing yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2022  berada di Pantai Gesing pada koordinat S 8? 06’ 27,81” dan E 110? 28’ 06,35”. Secara administratif, lokasi perencanaan PPI Gesing berada di wilayah Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Lokasi rencana PPI Gesing, secara geografis berada di daerah teluk yang terlindung secara alami. Berdasarkan lokasi geografisnya, Lokasi rencana PPI Gesing ini termasuk kedalam tipe pelabuhan alam karena sudah memiliki perlindungan dari gelombang laut secara alami yaitu berupa daratan yang menjorok ke laut. Secara alami, mulut teluk selebar ±95,63 m merupakan jalur keluar masuk kapal menuju PPI Gesing. Luas perairan di dalam teluk diperkirakan sebesar ±1,85 ha, dengan panjang perairan di dalam teluk adalah sebesar ±190 m. Secara lingkungan fisik, teluk Pantai Gesing memberikan perlindungan yang cukup aman untuk kegiatan tambat labuh maupun persiapan logistik. Hal ini akan mengurangi kebutuhan biaya pembangunan fasilitas laut pelabuhan yang biasanya cukup mahal, misalnya pemecah gelombang.

Rata-rata produksi ikan di Kabupaten Gunungkidul adalah sebesar 3.257,12 ton/tahun. Produksi ikan di wilayah ini diketahui mensuplai sebesar 76,19% produksi ikan Provinsi DIY. Sedangkan untuk Kapanewon Panggang, rata-rata produksi ikan mencapai 199,01 ton/tahun dan mensuplai jumlah produksi ikan Kab. Gunungkidul sebesar 6,11%. Apabila dikomparasi dengan rata-rata produksi ikan di Prov. DIY, maka produksi ikan Kepanewon Panggang mensuplai jumlah produksi ikan di Provinsi DIY sebesar 4,66%. Pembangunan PPI Gesing Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri atas  pembuatan kolam labuh, dermaga dan fasilitas darat dari PPI Gesing. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas PPI Gesing sebagai salah satu sarana dalam upaya meningkatkan produksi perikanan dan kelautan di DI. Yogyakarta. Di samping itu PPI Gesing juga akan ditingkatkan peranannya sebagai salah satu sentra pengembangan usaha yang berbasis perikanan dan kelautan. Dari aspek teknis, perencanaan Pembangunan Kolam Pelabuhan dan Penyempurnaan Alur pelayaran PPI Gesing mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya adalah:

  1. Rencana elevasi dasar pengerukan harus dapat memenuhi syarat kedalaman kolam, kedalaman dan lebar alur yang diperlukan oleh kapal berbobot 60 GT. Elevasi dasar –1,50 m di bawah LLWL (±0,00) menjadi acuan yang ditetapkan oleh Pemberi Tugas.
  2. Pekerjaan yang sedang dikerjakan adalah bangunan pelabuhan dan berada pada lingkungan korosif, maka perencanaan didasarkan pada beberapa kode dan standar yang berlaku di bidang kepelabuhanan yang akomodatif terhadap fungsi utama sebagai pangkalan pendaratan ikan. Standar Perencanaan Pelabuhan di Indonesia menjadi pedoman utama, namun untuk kebutuhan perencanaan lainnya seperti rencana kualitas material dan pekerjaan dan lain-lain masih tetap mengacu pada standar-standar internasional yang relevan.
  3. Fasilitas tambatan dan sandar kapal hdirencanakan fleksibel mengakomodasi ukuran kapal dari KMT hingga kapal berbobot 60 GT. Pada kondisi surut air laut, KMT dapat membongkar dan mengisi muatan dengan aman dan mudah. Untuk itu perlu dibuat landasan Struktur yang berhubungan dengan air laut seperti dermaga dan seawall harus dapat bertahan selama mungkin (direncanakan minimal berusia 25 tahun).

Lingkup dan jenis pekerjaan sebagai terjemahan diuraikan sebagai berikut:

  1. Pekerjaan pengerukan pembuatan kolam pelabuhan merupakan pekerjaan pengerukan kolam termasuk pengangkatan, pengangkutan dan penempatan material hasil kerukan.
  2. Pekerjaan penyempurnaan alur pelayaran keluar masuk pelabuhan diartikan sebagai pekerjaan pengerukan alur termasuk pengangkatan, pengangkutan dan penempatan material hasil kerukan.
  3. Pekerjaan pemasangan turap penahan tanah diartikan sebagai pekerjaan pemasangan struktur penahan tanah yang sekaligus difungsikan sebagai dermaga untuk kapal-kapal ikan kecil hingga kapal 60 GT. Dari rapat pembahasan pradisain telah disepakati  tipe struktur L Shape kantilever sebagai tipe yang terbaik yang ditetapkan untuk digunakan berdasarkan hasil studi/kajian konprehensif terhadap 3 alternatif tipe struktur yang diusulkan yaitu tipe turap dan tipe sheet pile pancang ( CCSP). Dengan demikian, agar dapat berfungsi sebagai dermaga yaitu tempat sandarnya kapal untuk melakukan bongkar muat muatan, maka beberapa pekerjaan pelengkap harus dipertimbangkan diadakan. Pekerjaan-pekerjaan itu diantaranya adalah pemasangan fender dan bolder/bitt, saluran drainase, tangga pendaratan untuk kapal-kapal kecil dan lantai beton.
  4. Pekerjaan pembuatan Seawall merupakan pekerjaan perkuatan lereng timbunan sisi utara yang berfungsi sebagai penahan sedimen pasir putih Kawasan wisata pantai gesing dan terletak di sebelah selatan ujung alur masuk Pelabuhan sehingga berfungsi pula sebagai Breakwater. Pekerjaan ini mempunyai peran yang cukup strategis karena disamping menghemat biaya pembangunan, juga memanfaatkan material tersebut menjadi bahan reklamasi pada sisi utara Breakwater yang mana lahan yang diperoleh menurut pandangan Konsultan sangat strategis dikembangkan menjadi Kawasan wisata pantai berbasis Pelabuhan ikan.
  5. Pemasangan fender dimaksudkan sebagai pekerjaan pengadaaan Ban Ban Truk sebagai  fender sehingga akan menghemat biaya anggaran.
  6. Pembuatan penambat kapal diartikan sebagai pemasangan bitt atau bolard sebagai pengikat tali kapal
  7. Pemasangan paving blok adalah perkerasan dengan status trotoar di belakang saluran drainase.