Pembangunan kelautan dan perikanan diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pembangunan perekonomian nasional yang berpihak pada penyediaan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Hal ini dimungkinkan adanya potensi yang mamadai dan adanya kecenderungan peningkatan permintaan akan produk kelautan dan perikanan. Namun demikian, kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan pada saat ini dan masa yang akan datang ditujukan untuk tetap mempertahankan kelestariannya. Kondisi tersebut hanya dapat dilihat dari data statistik yang tersedia.

Data merupakan fakta suatu kegiatan yang dituangkan dalam besaran berupa angka-angka. Sedangkan statistik merupakan kumpulan angka-angka yang di tuangkan dalam tabel-tabel. Namun secara ilmiah, statistik merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari metoda pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan analisis serta analisis untuk penarikan kesimpulan. Sedangkan Statistik Perikanan adalah data dan informasi yang menjabarkan status perikanan sebelum dan saat ini serta menunjukkan trend (kecenderungan) pengembangan sektor yang dapat digunakan untuk perencanaan, pengambilan kebijakan dan pengelolaan.

Pentingnya data yang akurat, berkualitas dan mutakhir dalam mendukung program pemerintah adalah satu hal yang mutlak. Tanpa data yang akurat sebuah kebijakan atau program bisa salah sasaran dan akhirnya tak memberi manfaat.Program ‘Satu Data’ dari KKP yang diluncurkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (30 Mei 2016), merupakan arahan Presiden Jokowi untuk menjadikan KKP sebagai percontohan. Tujuannya agar seluruh jajaran KKP baik di pusat maupun di daerah dapat mendukung pelaksanaan integritas data tinggi, menjadi Satu Data KKP. Menurut Menteri Susi Pujiastuti, kebijakan ‘Satu Data’ harus dipahami sebagai upaya mewujudkan data baku yang didukung oleh metadata sesuai standar dan dikelola dalam satu portal. Untuk mewujudkan program ‘Satu Data’, tantangan besar yang dihadapi adalah sumber data yang beragam, kualitas dan validitas, struktur birokrasi, dan pemutakhiran data.

Satu Data’ merupakan program unggulan KKP untuk mendukung kebijakan nasional sebagai wujud peningkatan kualitas data, penyatuan data, dan pembukaan akses data bagi masyarakat luas. Selain itu, ‘Satu Data’ KKP sebagai wujud keterbukaan informasi publik, agar masyarakat dapat mengakses langsung sekaligus sebagai pengawasan publik terhadap kebijakan KKP. Keterbukaan informasi publik juga merupakan tuntutan zaman yang harus disikapi dan diantispasi dengan baik.Menteri Susi berharap, program ‘Satu Data’ dapat memberi kontribusi lebih kepada kinerja KKP di masa mendatang. Agar kebijakan dan program pembangunan kelautan dan perikanan yang telah dilaksanakan selama ini dapat terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Begitulah seharusnya cara berpikir untuk memajukan bangsa.

Oleh karena itu demi tercapainya tujuan tersebut pada hari Selasa, Tanggal 21 Maret 2017 diadakan Rapat Koordinasi Pimpinan dalam rangka pengembangan data statistik perikanan (Budidaya, Tangkap, Pengolahan dan Pemasaran) di Yogyakarta bertempat di RM Nggirli Jl. Jogja – Wates Km. 1 Giripeni, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala dinas, Sekretaris, Kepala bagian program,Validator dan back up validator one data seluruh kabupaten/Kota di DIY, Stasiun karantina Ikan dan Pengawasan Mutu Adisutjipto, dan Loka Litbang mekasnisasi Perikanan. Dalam rapat tersebut membahas dan mengevaluasi sejauh mana tahap listing data guna memenuhi program ‘satu data’ dari Kementrian Kelautan dan Perikanan.