MENGENAL SIDAT
  • Diposkan oleh Admin28-04-2016

Sidat merupakan hewan yang termasuk ke dalam family Anguillidae.  Hewan ini memiliki banyak nama daerah, seperti ikan uling, ikan moa, ikan lubang, ikan lumbon, ikan larak, dan ikan pelus.  Tubuh sidat memanjang dan terlihat seperti tidak bersisik, namun sebenarnya bersisik kecil berbentuk memanjang dan dilapisi lendir yang tebal.  Susunan sisiknya tegak lurus terhadap panjang tubuhnya.  Punggung sidat berwarna coklat kehitaman.  Perutnya berwarna kuning hingga perak.  Hewan ini memiliki kemampuan mengambil oksigen langsung dari udara dan mampu bernafas menggunakan seluruh bagian kulitnya. 

Bleeker dalam Liviawaty dan Afrianto (1998), mengatakan bahwa ikan sidat mempunyai klasifikasi sebagai berikut :

Phylum : Chordata
Class : Pisces
Ordo : Apodes
Famili : Anguillidae
Genus : Anguilla
Spesies : Anguilla sp.

Ada 21 jenis sidat di dunia, dari jumlah tersebut terdapat 2 jenis di Indonesia, yaitu :
1. Anguilla bicolor bicolor (McClelland, 1844) Indonesian shortfin eel
2. Anguilla marmorata (Quoy & Gaimard, 1824) Giant mottled eel

Sidat mengalami empat fase pertumbuhan.  Larva sidat disebut glass eel.  Tubuhnya lebar seperti daun dan transparan.  Setelah berukuran sekitar 12 cm disebut elver.  Selanjutnya, menjadi fingerling dengan panjang tubuh sekitar 40 cm.  Fingerling kemudian menjadi sidat ukuran konsumsi dengan panjang tubuh 80 cm hingga 1 m lebih.

Sidat termasuk dalam genus Anguilla.  Wilayah penyebarannya meliputi perairan Indo-Pasifik, Atlantik dan Hindia.  Sidat merupakan ikan katadromus, sidat dewasa akan melakukan migrasi ke laut untuk melakukan pemijahan, sedangkan anakan sidat hasil pemijahan akan kembali lagi ke perairan tawar hingga mencapai dewasa.  Sidat bersifat nocturnal yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas sidat pada malam hari sehingga jumlah sidat yang tertangkap pada malam hari lebih banyak dibandingkan yang tertangkap pada siang hari.

HABITAT SIDAT

Jumlah glass eel yang memasuki perairan tergantung daerahnya.  Glass eel biasanya bergerombol dalam jumlah cukup besar, mencapai 100 juta ekor setiap tahunnya.  Bobot glass eel saat memasuki perairan tawar 0,15-2 gram, dengan panjang tubuh 50-60 mm. 

Perubahan produktivitas di suatu perairan mempengaruhi distribusi jenis dan rasio kelamin sidat.  Sidat betina lebih menyukai perairan esturia dan sungai-sungai besar yang produktif.  Sementara, sidat jantan lebih banyak menghuni perairan berarus deras dan berproduktivitas rendah.  Perubahan produktivitas juga sering dihubungkan dengan perubahan pertumbuhan dan fekunditas pada sidat.  Sidat jantan tumbuh tidak lebih dari 44 cm dan matang gonad setelah berumur 3-10 tahun.  Anguilla sp tergolong gonokhoris yang tidak berdiferensiasi, yaitu kondisi seksual berganda yang keadaannya tidak stabil dan dapat terjadi intersex yang spontan. 

Di awal pertumbuhannya (pada tahap larva) jenis kelamin sidat sulit dibedakan.  Pada perkembangan selanjutnya sebagian gonad akan berkembang menjadi ovarium dan sebagian menjadi testis.  Perbedaan antara sidat jantan dan sidat betina terlihat jelas setelah dewasa.  Sidat jantan memiliki mata lebih lebar daripada sidat betina pada usia, panjang, dan berat yang sama. 

Juvenil sidat hidup selama beberapa tahun di sungai-sungai dan danau untuk melengkapi siklus reproduksinya.  Selama melakukan ruaya pemijahan, induk sidat mengalami percepatan pematangan gonad dari tekanan hidrostatik air laut.  Kematangan gonad maksimal dicapai pada saat induk mencapai daerah pemijahan.  Proses pemijahan berlangsung pada kedalaman 400 m, induk sidat mati setelah proses pemijahan. 

Waktu berpijah sidat di perairan Samudra Hindia berlangsung sepanjang tahun dengan puncak pemijahan terjadi pada bulan Mei dan Desember untuk jenis Angiullla bicolor bicolor, Oktober untuk Anguilla Marmorata, dan Mei untuk Anguilla nebulosa nebulosa.

Dua Teknik menangkap Glass Eel

Seluruh pasokan glass eel hingga saat ini masih diperoleh dari alam.  Berikut ini ada dua teknik menangkap glass eel, yaitu :

  1. Menggunakan jaring sorong

Biasanya dilakukan di sungai pada malam hari.  Penangkapan menggunakan bantuan lampu untuk menarik perhatian glass eel.  Ukuran mata jarring sorong yang digunakan 0,7 mm-1 cm.

        2.Memasang jaring secara melintang di sungai

Teknik ini berguna untuk menangkap glass eel yang datang bersama arus pasang.  Ukuran mata jaring yang digunakan 0,7 mm-1 cm.

KANDUNGAN GIZI

Kandungan vitamin dan mikronutrien pada sidat sangat tinggi.  Kandungan vitamin B1 sidat 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi, Kandungan vitamin B2 sidat 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi, Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat kandungan vitamin A susu sapi, dan Kandungan seng (Zn) sidat Sembilan kali lipat kandungan seng (Zn) susu sapi.

Sidat mengandung berbagai asam lemak tak jenuh dengan kandungan tinggi yang tidak terdapat di hewan lain.  Hewan ini dapat menjadi makanan utama yang dapat mengenyangkan, tetapi tidak menggemukkan.  Sidat sering disebut sebagai “ginseng air” karena dipercaya dapat “memperpanjang umur” dan menghambat penuaan.  Ekstrak sumsum sidat mengandung tiga jenis bahan bermanfaat, yaitu DHA, EPA, dan AKG.  DHA dan EPA merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat menurunkan lemak darah dalam tubuh manusia.  DHA memberikan gizi bagi syaraf penglihatan sehingga bisa digunakan untuk mencegah gangguan penglihatan.  AKG dapat meningkatkan dan memperkuat fungsi imunitas.(Fishprog,2016)